Bolsel

BPKPD Segera Edarkan Kartu BPJS Ketenaga Kerjaan

BOLSEL, dutademokrasi.com– Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), segera mengedarkan Kartu BPJS Ketenaga Kerjaan untuk tenaga Honorer Daerah. Kemungkinan besar dalam waktu dekat ini sudah didistribusi ke masing-masing SKPD.
Kepala BPKPD Lasya Mamonto melalui Sekretaris Rosaria Masuara, Kamis (5/4/2018), mengatakan di ruang kerjanya, pihaknya tengah masih sementara melakukan identifikasi kembali kartu BPJS yang sudah diserahkan beberapa waktu yang lalu oleh pihal BPJS Bolsel. “Ini sementara kami sortir ulang Kartu BPJS Ketenaga kerjaan. Kita melakukan penyesuaian nama-nama sesuai tempat dimana dia bekerja,” Kata Osa sapaan akrapnya.
Dijelaskannya, kepemilikan kartu BPJS Ketenaga kerjaan yang akan didistribusikan dalam waktu dekat, masih mengacu pada data yang lama. Dimana Honorer Guru TK/PAUD masih tergabung di dalam tanggungan daerah. “Jumlahnya masih sama seperti tahun kemarin. Untuk sekarang ini, tenaga honorer guru TK/PAUD bukan lagi tanggungan daerah, tapi Kartu BPJS akan diaerahkan pula. Tinggal koordinasi dengan pihal BPJS tata cara pembayarannya,” jelas Osa.
Menurutnya, kartu yang diserahkan tersebut, sepanjang masih tercatat sebagai honor daerah, tetap aktif sepanjang waktu yang ada. “Jadi tidak ada masalah. Kartu tetap aktif bisa digunakan. Hanya saja untuk guru TK/PAUD yang sudah dikelolah langsung oleh desa, diserahkan sepenuhnya oleh daerah,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan, kaitan dengan penggunaan kartu tersebut, pihaknya masih akan melakukan sosialisasi. “Kita belum melakukan sosialisasi, nanti akan kita laksanakan supaya para pemegang kartu tahu bagaimana memanfaatkannya,” tambahnya.
Tercatat untuk tenaga honorer Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang ditanggung daerah dalam pembayaran BPJS Ketenaga Kerjaan berjumlah 1480 orang. (Cp)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top